Contoh Pendahuluan Proposal PTK Pembelajaran Motif Dasar Gerak Tari pada siswa kelas VII SMP Negeri 27 Semarang


  1. JUDUL

PEMBELAJARAN MOTIF DASAR GERAK TARI PADA SISWA KELAS VII H SMP NEGERI 27 SEMARANG

  1. PENDAHULUAN 

    1. Latar Belakang 

Pendidikan adalah usaha untuk meningkatkan kepribadian dengan cara membina kepribadian menjadi lebih baik. Kepribadian yang ditingkatkan tersebut meliputi pikiran, perasaan, karsa, cipta dan budi pekerti sebagaimana tertuang dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) 1998. Usaha tersebut dipertegas dengan Tap. MPR RI no. IV/MPR/1999 tentang arah kebijakan pemerintah dibidang pendidikan bahwa pemerintah mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang lebih tinggi bagi seluruh rakyat Indonesia menuju terciptanya manusia Indonesia yang berkualitas tinggi. 

Secara umum pendidikan dibagi menjadi dua yakni pendidikan formal dan nonformal. Pendidikan formal adalah pendidikan yang terorganisasi di dalam sistem sekolah atau masuk ke dalam kurikulum, sedangkan pendidikan nonformal adalah pendidikan yang tidak terdapat di dalam kurikulum sekolah. Sumarno dalam Iman (2009:2) menjelaskan bahwa pendidikan formal adalah pendidikan yang diselenggarakan secara terpadu, mempunyai kurikulum dan tujuan akhir kurikuler, sedang pendidikan nonformal adalah pendidikan yang diadakan secara terpisah maupun terpadu untuk kegiatan yang amat penting dalam rangka melayani warga belajar. 

Pendidikan atau pembelajaran seni merupakan pendidikan yang berdimensi mental (moral), analisis dan sintesis sehinga dapat membantu kecerdasan emosional, intelektual, menghargai budaya dan alam semesta. Atas dasar itulah pendidikan seni mempunyai tujuan seperti halnya tujuan pendidikan secara umum. Perbedaanya di dalam tujuan pendidikan seni hal-hal yang berkaitan dengan norma dan sistem nilai tidak bisa diamati secara langsung saat dilaksanakannya pengajaran atau pembelajaran.

Salah satu pembelajaran yang mengandung pendidikan seni adalah pembelajaran seni tari. Pembelajaran seni tari berfungsi untuk menanamkan memupuk dan meningkatkan serta mengembangkan pengertian serta unsur-unsur tari yang meliputi wiraga, wirasa, wirama, struktur gerak dan ekspresi. Tari merupakan bagian dari kehidupan manusia, tari memiliki tempat yang penting di dalam kehidupan manusia, didukung oleh manusia secara mandiri atau berkelompok, maka tari selalu dimanfaatkan didalam berbagai aspek kehidupan manusia (Sedyawati dalam Susanti dan Kusumastuti, 2012: 2).

Materi motif gerak dasar tari merupakan salah satu kompetensi dasar tingkat SMP yang diajarkan oleh seorang guru kepada siswa. Materi ini merupakan materi praktek sebagai pemahaman dan keterampilan siswa dalam penguasaan gerak dan sikap dasar tari putra dan tari putri. Keistimewaan materi motif gerak dasar tari ini adalah berupa gambaran dasar gerak tarian yang meliputi gerak kepala, tangan, badan dan kaki (Gusyanti, 2013: 1).  Motif dasar gerak tari dinggap penting bagi siswa SMP adalah karena merupakan tahap awal pengenalan gerak tari pada anak usia SMP. Selain itu, materi ini merupakan materi pembelajaran di kelas VII serta merupakan dasar dari awal tari bentuk selanjutnya.

Siswa kelas VII H merupakan kelas yang dijadikan andalan di SMP Negeri 27 Semarang. Kecenderungan siswa aktif dan senang pada mata pelajaran seni tari khususnya, membuat kelas VII H SMP 27 Semarang menjadi kelas favorit untuk perlombaan tari. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, perubahan yang signifikan terjadi pada kelas tersebut. Kelas tersebut dirasa mengalami kemunduran pada mata pelajaran seni budaya khususnya seni tari. Keadaan yang demikian menjadikan alasan yang menarik untuk dilakukan penelitian tentang proses Pembelajaran serta faktor apa saja yang mempengaruhi pembelajaran motif dasar gerak tari.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi hasil Pembelajaran secara garis besar dibagi menjadi dua, yakni faktor intern dan ekstern. Faktor intern meliputi kondisi fisik, minat, bakat, kecerdasan, motivasi. Sedangkan secara intern hasil belajar diantaranya dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, masyarakat, sarana prasarana yang memadai serta pelatih atau guru yang mengajar. Dengan demikian apabila salah satu faktor tidak terpenuhi maka hasil belajar siswa akan terhambat atau kurang maksimal.

Selain ditentukan oleh faktor intern dan ekstern, keberhasilan pembelajaran ditentukan oleh komponen-komponen pembelajaran. komponen-komponen tersebut adalah komponen persiapan dan komponen pelaksanaan. Komponen persiapan dalam pembelajaran meliputi pembuatan silabus dan RPP, sedangkan komponen pelaksanaan meliputi tujuan pembelajaran, bahan pengajaran atau materi, metode, sumber pembelajaran, siswa, guru, dan evaluasi.

Berdasarkan uraian tersebut, topik yang akan dikaji lebih dalam pada penelitian ini adalah proses pembelajaran Motif Dasar Gerak Tari pada siswa kelas VII H SMP Negeri 27 Semarang serta Faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi proses pembelajaran tersebut.

    1. Rumusan Masalah 

Berdasarkan latar belakang di atas, permasalahan pokok yang akan dikaji adalah sebagai berikut.

  1. Bagaimana Pembelajaran Motif Dasar Gerak Tari pada siswa kelas VII H SMP Negeri 27 Semarang? 

  2. Faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi proses pembelajaran Motif Dasar Gerak Tari pada siswa kelas VII H SMP Negeri 27 Semarang?

3. Tujuan Penelitian 

Berdasarkan permasalahan yang dikemukakan di atas, tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

  1. untuk mengetahui Pembelajaran Motif Dasar Gerak Tari pada siswa kelas VII H SMP Negeri 27 Semarang.

  2. untuk mengetahui faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi proses pembelajaran Motif Dasar Gerak Tari pada siswa kelas VII H SMP Negeri 27 Semarang.

    1. Manfaat Penelitian 

Penelitian diharapkan memeliki bermanfaat sebagai berikut.

  1. Manfaat teoritis 

  1. Menambah khasanah pengetahuan dan informasi tentang pengajaran tari ditingkat universitas. 

  2. Memberi wawasan bagi peneliti yang akan meneliti penelitian sejenis 

  1. Manfaat praktis 

  1. Bagi pembaca, hasil penelitian ini dapat menambah wawasan tentang mata kuliah tari pendidikan di prodi pendidikan seni tari semester tiga Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang. 

  2. Bagi mahasiswa pendidikan seni tari dapat dijadikan sebagai acuan untuk meningkatkan kreativitas dalam bidang seni tari melalui mata kuliah tari pendidikan. 

  3. Bagi guru pengajar tari di sekolah khususnya tingkat SMP, dapat menambah acuan dalam pembelajaran seni tari selanjutnya. 

  4. Bagi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, tokoh dan pelaksana program pendidikan agar dapat lebih mengembangkan pendidikan seni ditingkat Perguruan Tinggi. 


    1. Sistematika Penulisan Skripsi 

Penelitian skripsi ini terbagi dalam tiga bagian yaitu: 

Bagian awal.

Pada bagian ini berisi halaman judul, halaman pengesahan, halaman motto dan persembahan, kata pengantar, daftar isi, daftar lampiran.

Bagian isi.

Pada bagian ini terdiri atas beberapa bagian yaitu:

BAB I PENDAHULUAN

berisi tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika skripsi.

BAB II LANDASAN TEORI

berisi uraian tentang pengertian meliputi pembelajaran, motif dasar gerak tari, dan karakteristik anak SMP.

BAB III METODE PENELITIAN

berisi pendekatan penelitian, lokasi penelitian, sasaran penelitian, teknik pengumpulan data (teknik observasi, wawancara, dokumentasi), teknik Analisis data, Teknik keabsahan data. 

BAB IV PEMBAHASAN

berisi tentang pembahasan hasil penelitian yang membahas tentang tentang gambaran umum lokasi penelitian dan proses pembelajaran serta faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi proses pembelajaran Motif Dasar Gerak Tari pada siswa kelas VII H SMP Negeri 27 Semarang. 

BAB V PENUTUP 

berisi tentang Simpulan dan Saran.

Bagian akhir skripsi.

Pada bagian ini berisi daftar pustaka dan lampiran.



Related Posts

Posting Komentar