Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML # adsen1

Definisi Kata Baku, Kata Konotatif dan Kalimat Efektif

Sebuah karya ilmiah harus dibuat dengan bahasa yang lugas, tidak bersayap, atau bermakna denotatif. Penulis karya ilmiah tidak diperbolehkan menggunakan kata-kata atau kalimat yang bermakna ambigu. 

Selain itu, dalam karya ilmiah juga tidak diperbolehkan menggunakan kata ganti seperti saya atau kami. Karya ilmiah bersifat umum atau universal. Kata yang digunakan untuk mengganti kata saya atau kami adalah penulis.

Sesuai dengan jenisnya, bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah jauh berbeda dengan bahasa pada karya sastra. Bahasa yang digunakan pada karya sastra cenderung bersayap, bermakna konotatif, dan kalimat- kalimat yang tidak efektif. 

Untuk menimbulkan kesan yang mendalam, dalam karya sastra juga banyak digunakan berbagai macam gaya bahasa. Hal-hal semacam ini tidak diperbolehkan dalam karya ilmiah.
 
Selain tidak boleh menggunakan kata-kata bersayap, kalimat ambigu, dan kalimat yang tidak efektif, kata-kata yang digunakan dalam karya ilmiah harus kata baku. 

Penulis harus cermat dalam memilih kata-kata yang digunakan. Untuk lebih jelasnya, perhatikan uraian di bawah ini!
 

1. Kata Baku dan Tak Baku

Kata baku adalah kata-kata yang penulisannya sesuai dengan aturan yang ditetapkan dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Untuk lebih jelasnya, perhatikan beberapa contoh kata baku berikut ini!
 

2. Kata Konotatif dan Denotatif

Kata konotatif adalah kata yang bermakna kiasan. Karena kata konotatif inilah, kalimat bisa bermakna ganda. Akibatnya kalimat bisa bermakna ambigu. Sementara itu, kata denotatif adalah kata-kata yang bermakna lugas. Pada karya ilmiah, kata yang digunakan adalah kata denotatif.
 

Kalimat

Kata

Makna

a. Petugas di kantor itu ditangkap karena menerima amplop dari calon tenaga kerja.

b. Amplop yang diberikan oleh

petugas itu berwarna putih.


Amplop

Uang



Amplop

a. Saat ini banyak orang berebut kursi dengan menjatuhkan

lawannya.

b. Penonton berebut kursi agar mendapatkan tempat di depan.

Kursi

 

 

 

Jabatan


Tempat untuk duduk

 

 

3. Kalimat efektif

Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat dan dapat dipahami dengan tepat pula. Kalimat efektif memiliki ciri-ciri-ciri sebagai berikut.
 
a. Tidak bermakna ganda
Perusahaan konveksi itu membutuhkan empat orang penjahit pakaian wanita. Kelompok kata penjahit pakaian wanita bermakna ganda. 

Makna pertama penjahit yang berjenis kelamin wanita dan makna kedua penjahit yang hanya menjahit pakaian wanita. Agar tidak menimbulkan makna ganda, penulis perlu membubuhkan tanda hubung (-). 

Jika yang dikehendaki adalah penjahit pakaian yang berjenis kelamin wanita, tanda hubung diletakkan di antara kata penjahit dan wanita (penjahit-pakaian wanita). 

Sementara itu, jika yang dikehendaki adalah penjahit yang bisa menjahit pakaian wanita, tanda hubung diletakkan di antara kata pakaian dan wanita (penjahit pakaian-wanita) .
 
b. Subjek dan objek tidak didahului dengan kata depan
Kalimat efektif harus memiliki subjek yang jelas. Jika subjek didahului kata depan, subjek kalimat menjadi hilang sehingga tidak terbentuk kalimat efektif.
Contoh:
  • SMA Nusa Bangsa mengadakan kegiatan pentas seni. (SMA Nusa Bangsa = subjek)
  • Di SMA Nusa Bangsa mengadakan kegiatan pentas seni. (Subjek menjadi tidak jelas karena SMA Nusa Bangsa diawali dengan kata depan di)
Demikian pula objek juga tidak boleh didahului dengan kata depan. Contoh:
  • Mereka membicarakan kekayaan laut Indonesia. (efektif)
  • Mereka membicarakan tentang kekayaan laut Indonesia. (tidak efektif)
c. Logis
Kalimat efektif harus logis, masuk akal, dan cermat dalam penalaran. Ketidakcermatan dalam menyusun kalimat bisa menyebabkan kalimat menjadi tidak nalar. Contoh :
  • Ponsel harap dimatikan. (efektif)
  •  Yang membawa ponsel harap dimatikan. (tidak efektif)
 
d. Tidak menggunakan kata yang berlebihan
Kalimat efektif tidak menggunakan kata atau kelompok kata yang dirasa tidak perlu. Penggunaan kata yang berlebihan menyebabkan makna kalimat sudah dipahami. Contoh :
  • Karena sakit, dia tidak berangkat. (efektif)
  • Karena dia sakit, dia tidak berangkat. (tidak efektif)
 
e. Memiliki unsur kesejajaran
Unsur yang digunakan dalam kalimat efektif harus sepadan atau sejajar. Contoh:
  • Dia mengambil sampah itu lalu membuangnya ke tempat sampah. (efektif)
  • Dia mengambil sampah itu lalu dibuangnya ke tempat sampah. (tidak efektif)
Demikian uraian singkat mengenai Kata Baku, Kata Konotatif dan Kalimat Efektif

Posting Komentar untuk "Definisi Kata Baku, Kata Konotatif dan Kalimat Efektif"