Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Janc*k: Pisuhan Rasa Kasih Sayang

Halo gaes, gimana? Hari ini, udah berapa kali mendapat janc*k dari teman-temanmu?

Perlu kita sadari, bahwa janc*k atau kata umpatan daerah lain itu bisa benar-benar wujud pisuhan dan ungkapan rasa kasih sayang dari teman-teman yang sayang padamu, Gaes. Kok bisa? Janc*k kan pisuhan. Umpatan yang menandakan ketidaksenangan akan suatu hal? Ya kan, Gaes. Itu menurut kalian? Lalu kok bisa disebut ungkapan sayang?

Bentar gaes, bentar. Jangan langsung judge kaya gitu dulu. Tentu kalian pernah dengar ungkapan “mainmu kurang jauh, pulangmu kurang pagi”. Itulah yang harus kalian ketahui bahwa pisuhan atau menunjukkan rasa kasih sayang itu sama-sama bisa menggunakan “JANC*K!” 

Gaes, perlu kalian tahu bahwa Nabi Isa AS punya gelar al masih. Begitu juga dengan dajjal. Gak percaya? Coba tanya teman kita yang NU. Ketika solat, pada bagian tahiyat akhir, ada doa yang bunyinya “Alllahumma inni a’udzubika min ‘adzabil qobri wamin ‘adzabin nar, wamin fitnatil masihid dajjal. La yaghfirudz dzunuba illa Anta…”
“mainmu kurang jauh, pulangmu kurang pagi”
Artinya: “Ya Allah, sungguh aku meminta perlindunganmu dari siksa kubur dan siksa api neraka. Juga dari fitnah dajjal al-masih. Tiada yang dapat memberi ampunan kecuali Engkau…”

Dari kalimat yang dibaca teman muslim kita ini Gaes, kalian pasti udah dapat gambaran bukan? Bahwa al-masih itu bisa jadi ucapan sayang dan ucapan pisuhan. Ucapan sayang kalo ditujukan kepada nabi Isa AS dan jadi umpatan kalo yang memakai gelar adalah dajjal. Masak iya, dajjal derajatnya sama dengan nabi Isa AS, Gaes? Masak Gusti Allah menyamakan derajat keduanya? Emang Dajjal punya orang dalam kok bisa nyogok Tuhan semesta alam? La kok penak?

Bukti lainnya, Gaes. Kalian pasti udah kenal dan terlanjur sayang sama Mbah Jiwo Tejo sang pendiri republik Jancukers itu? Apa iya seorang founding father sebuah negara itu marah sama rakyat Jancukers setiap hari? Enggak kan, Gaes? Soekarno mendirikan bangsa Indonesia kan karena rasa sayang dan cinta. Kalo gak cinta, ngapain beliau mati-matian mbela dan memperjuangkan Gaes. Juga Kalian, kalo gak cinta sama seseorang, ngapain memperjuangkan pujaan hati mati-matian. Mati garing, Gaes. Percuma! 

Jadi, kita main ke mana hari ini? Janc*k!

1 komentar untuk "Janc*k: Pisuhan Rasa Kasih Sayang"

------------------------------------------------