Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML # adsen1

Parafrase/ Gancaran Tembang Gambuh Serat Wedhatama Pada 6-10

Untuk mengetahui isi sebuah tembang atau puisi, diperlukan adanya gancaran atau parafrase. Parafrase adalah proses penarasian sebuah tembang dengan menambahkan beberapa kata atau merubah teks tembang menjadi bahasa sendiri. Gancaran bersinonim dengan prafrase yakni proses penarasian puisi atau lagu (tembang).

Gancaran Tembang Gambuh Serat Wedhatama
Ada dua cara untuk memparafrase, yaitu 
  • Gancaran bebas yakni gancaran dengan cara mengganti keseluruhan teks tembang menggunakan bahasa pribadi.
  • Gancaran terikat yaitu gancara dengan tetap menjaga keaslian tembang dan hanya menambahkan satu dua kata agar tembang bisa diketahui maksudnya.
Filosfi tembang Gambuh adalah setiap manusia pasti akan jumbuh, cocok satu sama lain. Setelah manusia merasakan jatuh cinta (asmaradana) manusia merasa cocok satu sama lain. mereka lantas menuju ke jenjang kehidupan selanjutnya, yaitu menikah. Inilah filosofi tembang Gambung tersebut.  

Arti  kata gambuh adalah cocok, jumbuh, lengkap. Artinya adalah tembang gambuh mewakili proses manusia yang cocok satu sama lain, saling melengkapi dalam hubungan pernikahan.

Tembang gambuh bisa digunakan untuk menggambarkan selaras, cocok dan santai. Tembang ini bisa digunakan untuk bercerita atau menyampaikan nasihat-nasihat.

Dalam serat Wedhatama, tembang gambuh ada pada posisi pupuh keempat (sebelumnya secara berurutan pangkur, sinom, pocung, gambuh dan terakhir kinanthi).

Pupuh Gambuh dalam serat wedhatama berjumlah 34 pada atau bait. Kesemua pada itu sama, tidak ada yang ingkar dari aturan atau paugeran tembang gambuh itu sendiri.

Berikut ini, kami sampaikan gancaran tembang Gambuh Serat Wedhatama dalam bahasa Jawa.

Gancaran Tembang Gambuh Serat Wedhatama Pada 6-10

PADA 6
Yen ta jaman rumuhun,
tata titi tumrah tumaruntun,
bangsa srengat tan winor lan laku batin,
dadi ora gawe bingung,
kang padha nembah Hyang Manon.

GANCARAN PADA 6
Yen jaman mbiyen,
tertib tratur runtut harmonis,
sariat ora dicampur aduk karo olah batin,
dadi ora ngawe bingung,
gawe sing nyembah kang maha kuasa.

ISINE PADA 6
Jaman dulu, semuanya harmonis.  Ibadah syariat tidak dicampur laku batin. 
Sehingga pelakunya tidak bingung untuk menyembah Allah.
------------------------
PADA 7
Lire sarengat iku,
kena uga ingaranan laku,
dihin ajeg kapindhone ataberi,
pakolehe putraningsun,
nyenyeger badan mrih kaot.

GANCARAN PADA 7
Sakbenere sariat iku,
bisa uga diarani lelakon,
kang sifatipun ajeg lan tekun,
hasile anakku, yaiku,
bisa nyegerake awak supaya luwih kuat.

ISINE PADA 7
Ibadah syariat itu bisa disebut ibadah tampak yang rajin dan tekun. Yang didapat dari ibadah ini asalah badan yang sehat kuat.
------------------------
PADA 8
Wong seger badanipun,
otot daging kulit balung sungsum,
tumrah ing rah memarah antenging ati,
antenging ati nunungku,
angruwat ruweting batos.

GANCARAN PADA 8
Awak seger buger
otot daging kulit lan balung sumsum e dadi seger
ngaruhake geteh, ngawe tentrem ing ati.
ketrentremen ati iku mbiyantu
ngruwat batin sing kusut

ISINE PADA 8
Badan menjadi sehat dan kuat, kulit menjadi segar, aliran darah normal.
Itu semua bisa membantu membersihkan hari yang resah. 
------------------------
PADA 9 
Mangkono mungguh ingsun,
ananging ta sarehne asnafun,
beda-beda panduk panduming dumadi,
sayektine nora jumbuh,
tekad kang padha linakon.

GANCARAN PADA 9 
ngonokui miturut ku
nggere amarga wong kui beda beda
beda pula garis nasib seko kang maha kuasa
Saktemene ora cocok
tekad lkang pada dilakoni kui

ISINE PADA 9 
Pendapatku begitu,
Tapi tiap orang beda pendapat,
Itu hal yang lumrah, karena semuanya karunia Allah.
------------------------
PADA 10
Nanging ta paksa tutur,
rehning tuwa tuwase mung catur,
bok lumuntur lantaraning reh utami,
sing sapa temen tinemu,
nugraha geming Kaprabon.

GANCARAN PADA 10
nanging kepeksa ngenehi nasehat,
amarga wong tua kewajibane mung ngenehi nasehat,
sapa ngerti bisa nglestarike dadi pedoman tumindak utama,
wong sopo temen bisa entuk,
anugrahing kamulyaan lan kahormatan.

ISINE PADA 10
Sebagai orang tua, aku hanya bisa memberi nasihat.
Semoga apa yang aku sampaikan ini sampai ke anak cucu, 
Siapa yang sungguh2, maka akan tercapai impiannya
------------------------

Posting Komentar untuk "Parafrase/ Gancaran Tembang Gambuh Serat Wedhatama Pada 6-10"